oleh

KELUH KESAH MENJADI TEMPAT CURHAT

-Gaya Hidup-25 views
Menjadi pendengar yang baik, dikelilingi banyak lawan jenis karena sifat yang peduli, tidak menjamin diri seseorang terlihat lebih keren dan bisa bilang,
“Iri bilang, Bos!”
Karena orang yang menampung banyak keluhan dari orang lain, sebenarnya justru malah lebih banyak menyimpan keluhan yang sama.
Dr. Dedy Susanto, doktor psikologi, pernah memperingatkan semua orang yang sering menjadi tempat curhat agar mengurangi kebiasaan tersebut dan menyadari kondisi diri sendiri.
Dalam twitternya beliau menulis,
”Buat kamu yang sering terima curhat. Hati-hati ya, niat kamu baik namun ada transfer of energy.
Mereka lega namun tanpa sadar kamu menampung semuanya.”
Ya, kerap kali kita melupakan diri kita sendiri ketika terlalu banyak menampung rasa sakit dari orang lain.
Seperti halnya saat kamu selalu bisa mendengarkan curhatan orang yang sebenarnya kamu suka, namun isi curhatannya malah melulu tentang mantan atau gebetannya.
Terus, apa kabar hatimu?
Gimana? Damagenya kerasa, nggak?”
Ya salah kamu sendiri, sih. Kenapa nggak bilang dari awal, atau emang dia aja yang nggak peka? Huahahahaha jadi curhat. (Tempat curhat kok malah curhat)
Jadi, sebenarnya yang perlu kita sadari adalah, ketika kita dengan rela mau menjadi tempat curhatan orang lain, kita juga harus memposisikan diri seperti halnya relawan kemanusiaan, hanya saja ini relawaan batin.
Kenapa bisa begitu?
Karena kita murni membantu meringankameringankan beban mereka mereka tanpa berharap mereka berbalas budi sebagai timbal balik atas tindakan yang kita lakukan.
Satu-satunya hal baik yang bisa kita dapatkan ya pahala, sesuatu yang bisa mengukur sejauh apa kepedulian kita terhadap orang lain.
Maka dengan itu kita tidak akan pernah kecewa tentang kemungkinan terburuk seperti,
“Mereka hanya datang saat sedih, tetap pergi saat telah senang.”
Semua upaya baikmu, entah itu diterima dengan baik ataupun tidak, sebenarnya kembalinya pada dirimu sendiri.
Jadi, gimana menurut kalian?
Tulisan ini mengandung 30% ilmu psikologi, dan 70% perayaan patah hati yang bisa mewakili kalian ketika pernah berada pada posisi yang sama.
Thanks.

Tentang Penulis: Nas

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at Singawinata.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masih Hangat