oleh

Menulis puisi semudah sakit hati

-Inovasi-23 views

Anas ibrahim.com Tak perlu kuajari kau bisa sendiri

Benturkan saja dada pada cinta
Niscaya kau terluka dan mulai dilumat kata
Hai! Tahukah kamu?
Puisi menjadi karya sastra yang diminati banyak orang sejak lama.
Penulis puisi punya banyak julukan, lho! mereka disebut penyair, pujangga, penyajak, bahkan sastrawan. Belum lagi, sekarang ada istilah anak indie yang identik dengan senja, kopi dan puisi. Banyak juga ya gelar cowok/cewek puitis. Perlu diingat, lebay sama puitis itu beda, ya! Pliss.
Menulis puisi itu mudah. Susah kalau tidak mau mencobanya. Bagian yang susah emang ada. Tetapi, kalau pemula jangan dipersulit, dipermudah aja! Teruslah berlatih, sampai kamu pandai merangkai kata layaknya seorang penyair dan bisa sepuitis Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Fiersa Besari, Boy Chandra, dll… atau seperti Rangga aadc & Roman picisan mungkin? Ppfftt..
Berikut langkah/cara awal untuk menjadi orang puitis alias penulis puisi :

1. Memiliki Diary

Mulailah kepuitisanmu dengan menulis di diary (buku harian). Tulis sesuatu tentang perasaan dan pengalamanmu dengan gaya bahasa seolah sedang curhat, rangkai kata-katanya sesuai kemampuanmu. Lambat laun keterampilanmu merangkai kata akan terlatih. Dari yang awalnya sering memakai kata-kata awam/biasa hingga bisa merangkai kalimat jadi lebih berestetika.

2. Pelajari unsur-unsur puisi

Sudah terbiasa menulis di diary yang biasanya berupa narasi dan mengalir sesuka hati, waktunya bergerak untuk menulis puisi yang memiliki unsur seperti diksi, majas, rima dan imaji.
Diksi adalah pemilihan kata. Contoh :
“Senyum dan tatapanmu membuat jantungku berdetak lebih kencang”. Apaan? kalimat itu terbilang sudah biasa. Coba disulap jadi begini.
Senyumanmu tulus
Tatapanmu membius
Menggetarkan atma
Menusuk setiap hunian dada
(Maaf, bucin dulu dikit :v)
Secara makna keduanya sama, tapi pemilihan katanya berbeda.
Puisi di atas memakai pola rima a-a-b-b. Baris 1 & 2 berakhiran “us”. Baris 2 & 3 berakhiran “a”. Rima adalah pengulangan bunyi, ada banyak jenisnya.
Puisi Baru lebih bebas, tidak terlalu terikat pada rima, kadang ada yang tidak memakai rima.
Sedangkan majas adalah gaya bahasa yang dapat membuat kalimat semakin hidup.
Pun ada banyak jenisnya.
Contoh : Majas simile (ditandai kata bagaikan) dan majas personifikasi, (penggambaran suatu objek dengan sifat manusia)
* Hati wanita bagaikan lautan rahasia yang begitu dalam
* Langit menangisi kepergiannya

3. Menentukan Tema

Menentukan tema nggak ribet. Tinggal pikir dan putuskan ingin membuat puisi tentang apa. Misalnya tentang kebersihan, pedesaan, perpisahan, dll… Tema sangat beragam.
Puisi tidak melulu soal percintaan (Romance). Berdasarkan isi kandungannya, ada puisi tentang pahlawan (Ode), pujian kepada Tuhan (Himne), duka nestapa (Elegi), Epigram, sindiran ketidakadilan di masyarakat (Satire), dan puisi berbentuk cerita (Balada).

4. Mencari inspirasi

Inspirasi bisa dari mana saja. Misalnya dari lingkungan, atau sosok penting seperti keluarga, sahabat, teman, gebetan, idola atau pengalaman yang baru dialami, perasaan yang ingin diutarakan, dll…
Jangan jauh-jauh, lihat benda di sekelilingmu. Misalnya ada kursi, buatlah puisi tentang kursi.
Kursi…
Kau yang selalu diduduki
Aku yang tak tahu diri
Maaf tak pernah balas budi
Apa kau sakit kursi?

5. Tuangkan perasaan

Penulis puisi harus melibatkan perasaan dan mengerahkan tenaga batin agar karyanya memiliki ruh dan makna terkesan untuk pembaca. Intinya, bukan hanya kata dan kalimat, nulis puisi harus pake hati dan menghadirkan emosi.

6. Pratinjau

Selesai menulis, baca dan cek puisimu berulang kali. Perbaiki ejaan dan kaidah kebahasaannya. Lalu bacalah untuk mengetahui bagaimana kesannya saat dilisankan. Jika kurang greget atau ada kata-kata yang kurang nyaman dibacakan, kamu bisa memperbaiki dan merombaknya hingga sesuai yang ditargetkan.

7. Publikasikan

Publikasi atau tunjukkan puisimu kepada orang lain. Bisa dimulai dari menunjukkannya pada teman, mading sekolah, guru tercinta, upload di sosial media, jadi caption foto-fotomu, atau misalnya kamu menulis puisi tentang seseorang, kasih aja ke dia langsung. Siapa tahu bisa jadi senjata buat membantai hatinya. HH.
8. Baca puisi-puisi karya orang lain misalnya dari sastrawan yang sudah termasyhur seperti Sapardi Djoko Damono (Hujan Bulan Juni),Chairil Anwar (Doa), Taufiq Ismail (Dengan Puisi Aku), Fiersa Besari (Garis Waktu), dll…
Baca dan temukan puisi yang sesuai dengan seleramu.
Oke! Itu dia langkah menulis puisi untukmu yang baru memulai. Maaf jika banyak kekurangan, kalau ingin lengkap, cek sumber tertera atau sumber lain. Dariku hanya tips, karena semudah sakit hati, kamu sendiri yang akan mengembangkan bait-bait puisimu.
Cobalah buat puisi sekarang juga (pendek aja lah) lalu biarkan orang lain membacanya. Siapa tahu, kamu punya bakat kepuitisan yang terpendam?

Tentang Penulis: Nas

Gambar Gravatar
A Technical Content Writer at Singawinata.com, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. Anas is eager to help people to improve their business on the internet.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masih Hangat